Have Opinion But Be Adaptable

Di minggu-minggu belakangan ini, pembicaraan seperti ini pasti sering terjadi di facebook atau di group whatsapp:

A: Kumpul-kumpul yuk, Halal Bihalal abis Lebaran

B: Yuk, mau di mana dan kapan?

C: Gue ikut ajah. Yang lain bisanya kapan?

D: Gue juga ikut ajah. Yang penting yang lainnya pada bisa.

Dan akhirnya acara Halal Bihalal pun gak kejadian hingga tiba bulan puasa selanjutnya.

Mungkin kalau terjadi di percakapan seputar teman-teman, hal ini terdengar lucu-lucu menyebalkan. Tapi ketika hal ini terjadi di dunia bisnis, hal seperti ini lebih dari sekedar menyebalkan. Ketika orang-orang yang seharusnya memberikan pendapat dan mengambil keputusan, tetapi malah menyerahkan kepada orang yang duduk disebelahnya, hal ini bisa menyebabkan bisnis menjadi jalan ditempat. Dan apabila bekelanjutan, sehingga menyebabkan tidak ada keputusan yang diambil, hal ini bisa menyebabkan bisnis tersebut disalip oleh pesaing yang lebih tepat waktu dalam mengambil keputusan.

Jadi bagaimana seharusnya?

Kembali pada percakapan Halal Bihalal di atas, percakapan tersebut biasanya akan bergerak kearah membuat keputusan apabila salah satu anggota memberikan usulan tempat dan tanggal. Biasanya akan ada yang bilang kalau tempatnya kejauhan, atau tidak bisa di tanggal tersebut. Mungkin, tempat dan tanggal yang disetujui oleh mayoritas yang ingin hadir bisa berbeda dari tempat dan tanggal usulan awal. Akan tetapi, karena pendapat seseorang, diskusi pun bergerak dari status quo.

Demikian juga pengalaman saya di dunia bisnis. Dalam situasi dimana tidak ada yang ingin memberikan pendapat, entah karena tidak tahu harus bagaimana, atau menghindari resiko kalau pendapatnya salah, saya biasanya memberikan pendapat. Tak lupa juga dengan alasannya. Dan biasanya, akan ada yang punya pendapat lain yang juga mulai berbicara. Mungkin bukan pendapat saya yang menjadi keputusan akhir. Tetapi setidaknya ada keputusan yang dibuat untuk mengarahkan tim yang bekerja.

Yang tidak kalah penting, ketika mengutarakan pendapat, dan memberikan alasannya, tetaplah berpikiran terbuka akan adanya pendapat lain yang lebih baik. Sangat penting untuk mendegarkan pendapat lain, dan menyesuaikan pikiran yang kita utarakan. Niscaya bisnis atau proyek yang sedang dijalankan akan bisa diselesaikan dengan baik.


Background Photo by NordWood Themes, edited by myself

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *