Procrastination and The Danger, Explained

Perhatian, perhatian. Saya memanggil semua procrastinator, orang yang sering menunda pekerjaan hingga menit-menit terakhir, untuk menonton TED Talks dari Tim Urban, seorang blogger di Wait but Why, dan juga seorang master procrastinator. Dalam TED Talks ini, Tim Urban membedah apa yang ada di kepala seorang procrastinator secara ilmiah.

OK, mungkin penjelasan Tim Urban di atas tidak sebegitu ilmihanya. Buat yang melewati video tersebut, Tim Urban menjelaskan apa yang ada di kepala para procrastinator dengan menggunakan 3 karakter: Rational Decision Maker, Instant Gratification Monkey, dan Panic Monster. Rational Decision Maker adalah karakter yang bisa berpikir dan membuat rencana untuk masa depan. Akan tetapi, dalam kepala para procrastinator, Instant Gratification Monkey mengambil alih kendali sehari-hari. Monkey ini memilih untuk bersenang-senang, seperti makan ketimbang olah raga, nonton youtube ketimbang mengerjakan pekerjaan, atau nonton TV dan main game ketimbang merapikan rumah.

Ketika tenggat waktu sudah hampir dekat, Panic Monster akan bangun. Instant Gratification Monkey hanya takut kepada Panic Monster, sehingga ketika Panic Monster bangun, Instant Gratification Monkey akan lari. Hal ini memungkinkan Rational Decision Maker untuk kembali mengambil kendali dan menyelesaikan apa yang harus kita selesaikan.

Sounds simple, right? Masuk akal, dan aman. Selama Panic Monster ada, kita akan menyelesaikan apa yang harus kita selesaikan. Kecuali, untuk hal-hal yang tidak memiliki deadline. Inilah bahayanya, karena hal-hal seperti olahraga untuk kesehatan, mengurangi makanan yang lezat tapi kurang sehat, merapikan rumah, atau memulai sebuah bisnis, hal-hal ini tidak memiliki tenggat waktu. Tidak ada tenggat waktu untuk kita hidup lebih sehat, menurunkan berat badan, atau memulai sebuah bisnis, sehingga Panic Monster tidak akan pernah bangun untuk hal-hal seperti ini. Dan selama Panic Monster terlelap, Instant Gratification Monkey mengambil alih kehidupan kita untuk melakukan hal-hal yang memberikan reward yang lebih cepat.

Hingga akhirnya semua terlambat. Kita terjangkit penyakit kronis, seperti gula darah atau jantung. Atau kita terlalu tua dan tidak memiliki tenaga untuk memulai bisnis yang menjadi mimpi kita.

Lalu, apa solusinya?

Sayangnya Tim Urban juga tidak memberikan solusi untuk membantu para procrastinator. Akan tetapi, observasi saya, beberapa orang menemukan tenggat waktunya sendiri untuk membangunkan Panic Monster. Seperti dalam hal olahraga. Dengan mendaftar sebuah perlombaan lari, para procrastinator jadi memiliki tenggat waktu, yaitu tanggal perlombaan lari. Tenggat waktu ini akan membangunkan Panic Monster. Seperti di tahun 2017, ketika saya mendaftar sebuah lomba 21 km, Panic Monster terbangun 4 bulan sebelum tanggal perlombaan. Selama 4 bulan saya rutin lari pagi, dan juga mengubah pola makan untuk menyelesaikan lari 21 km tersebut.

Untuk hal-hal lain, saya masih mencari bagaimana menemukan tenggat waktu untuk membangunkan Panic Monster, untuk supaya Rational Decision Maker bisa mengambil kendali menyelesaikan hal-hal yang harus diselesaikan. Terutama dalam memulai bisnis sendiri.

Mungkin, apa yang dikatakan Tim Urban mengenai Life Calendar di menit-menit akhir sesi TED Talks bisa menjadi pilihan. Tim Urban memberikan beberapa contoh di tulisan berjudul Your Life in Weeks tentang menggunakan Life Calendar untuk memberikan perspektif penggunaan waktu kita. Dengan demikian kita diharapkan lebih sadar ketika Instant Gratification Monkey mengambil alih kendali aktivitas kita sehari-hari, dan kemudian mengusir Instant Gratification Monkey, supaya kita bisa melakukan hal-hal yang lebih produktif. Entah dengan cara membangunkan Panic Monster, atau dengan cara lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *