The Top 5 Issues of the World

Mengawali tahun 2018, podcast TED Radio Hour dari NPR memuat topik tentang 5 masalah terbesar di dunia. Bukan sesuatu yang baik untuk dibicarakan di awal tahun. Tapi sebaiknya dilihat sebagai pengingat bahwa masalah di di dunia ini tidak hilang serta merta setelah hiruk pikuk Natal dan pesta Tahun Baru.

Untungnya para pembicara hasil kurasi NPR memiliki solusi untuk masalah ini. Dan seperti TED show lainnya, solusi ini kadang terdengar cukup radikal, yang setelah dipikir-pikir lagi cukup mungkin untuk dilakukan. Dan sambil mendengarkan podcast ini, saya juga tertarik untuk ikut memikirkan solusinya.

1 – Perubahan Cuaca dan Pemanasan Global

Pemanasan global. Some deny it, other swear by it. Tapi yang jelas kita rasakan, cuaca semakin ekstrim, dengan musim panas yang semakin panas, dan musim dingin yang semakin dingin. Dengan banjir dan badai topan di mana-mana. Dan di Indonesia, dengan musim hujan yang semakin tidak menentu.

Ilmuwan menyalahkan semua itu kepada kadar CO2 yang semakin meningkat di atmosfer. Tanaman tidak cukup cepat mengolah CO2 melalui proses fotosintesis, sehingga diperlukan cara lain untuk mengurangi kadar CO2 di atmosfer.

Dan itulah yang dibawakan Tim Kruger dalam TED Talks 2017. Caranya menurut saya termasuk cukup radikal, dengan menggunakan batu kapur. Gas CO2 ini lalu akan disimpan di dalam tanah dengan tekanan yang cukup tinggi. Dalam sebuah percobaan, gas CO2 ini akan berubah menjadi batu setelah cukup lama.

Apakah cara ini akan berhasil? Entahlah. Masih perlu banyak eksperimen dan pendanaan yang diperlukan supaya cara ini berhasil. Dan batu yang dihasilkan juga masih harus dipastikan tidak berbahaya.

Jadi, sampai kita menemukan cara untuk menghilangkan CO2 dari udara, dan seperti yang diucapkan Tim, mari kita tetap mencoba mengurangi emisi gas CO2.

2 – Krisis Pengungsi

Tahun 2017 yang lalu, media global dipenuhi oleh berita perang di Suriah. Dan dengan berita perang, juga banyak berita tentang pengungsi. Masalah pengungsi ini bukan hanya terjadi di Suriah. Berita lokal juga meliput cerita tentang pengungsi Rohingya dari Myanmar, sesuatu yang lebih dekat dengan Indonesia.

Berita buruknya, David Miliband, seorang eksekutif NGO, mengatakan tidak ada solusi untuk menghentikan pengungsi. Yang ada hanya, bagaimana kita me-manage pengungsi ketika mereka datang ke lokasi pengungsian.

Beberapa cara yang disebutkan oleh David menurut saya masuk akal meskipun cukup sulit untuk dilakukan. Hal-hal seperti menyediakan pendidikan untuk anak-anak pengungsi, atau menyediakan lapangan pekerjaan, mungkin cukup sulit dilakukan di Bangladesh, mengingat mereka masih berjuang meningkatkan taraf hidup rakyatnya.

Dan terlebih, apakah pengungsi teresebut mau dan mampu beradaptasi dengan lingkungan yang baru? Media beberapa waktu yang lalu memberitakan tentang pengungsi yang membuat kekacauan. Saat ini berita teresebut masih dipertanyakan kebenarannya. Mudah-mudahan berita itu cuma hoax, karena kalau saya sebagai pengungsi, saya akan berfokus untuk memenuhi kebutuhan dasar saja, bukan berbuat onar dengan resiko akan di deportasi.

3 – Kepemimpinan Global

Untuk yang sebal dan men-cap Amerika sebagai polisi dunia, berbahagialah kalian. Menurut Ian Bremmer, peran Amerika sebagai polisi dunia perlahan-lahan mulai berkurang. Di satu sisi, negara-negara lain seperti Jerman, Cina dan Rusia semakin menunjukkan pengaruh kuat di politik dunia. Di sisi lain, Amerika juga semakin menarik diri dari partisipasi kepemimpinan global.

Bagus? Ya, mungkin pada akhirnya akan lebih baik kalau kepemimpinan global dibagi pada beberapa negara, atau menjadi kepemimpinan regional. Akan tetapi, periode transisi menuju kepemimpinan global yang baru akan diisi dengan ketidakpastian.

Krisis ini menurut saya adalah yang paling memberikan kesempatan dan harapan kepada negara-negara berkembang. Ditengah ketidakpastian, muncul harapan untuk yang lebih baik untuk negara-negara yang kurang diuntungkan oleh kepemimpinan Amerika.

4 – Ketersediaan Pangan

Di tahun 2008, harga pangan dunia mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Menurut Sarah Menker dalam TEDGlobal 2017, apabila kita tidak melakukan sesuatu yang berbeda, kita akan berada dalam situasi krisis pangan dalam waktu kurang dari 10 tahun.

Beberapa negara sudah memmulai aktivitas untuk meningkatkan hasil pangan. Yang paling ekstrim, Jepang sedang giat-giatnya dengan pertanian dalam ruangan. Kelebihannya, pertanian bisa dilakukan di gedung-gedung bertingkat.

Ketersediaan Pangan adalah krisis di mana kita semua bisa berkontribusi. Beberapa bulan yang lalu, ketika harga cabe melambung, saya mencoba menanam cabe hidroponik di teras rumah. Hanya dengan menggunakan baskom, cabe yang tumbuh cukup untuk memenuhi kebutuhan 1 rumah selama beberapa hari.

Jadi, mari kita mulai menanam bahan pangan di rumah, supaya bisa mengurangi efek dari krisis pangan.

5 – Kemiskinan

Apa yang ada di pikiran teman-teman ketika melihat orang miskin? Ketika melihat pengemis, pengamen, dll? Apakah kalian berpikir kalau mereka malas? Boros? Saya juga berpikir demikian. Tapi, Rutger Bregman memilki pemikiran lain tentang hal ini.

Menurut Rutger Bregman dalam TED Talk 2017, kemiskinan adalah akibat dari kekurangan uang, bukan penyebab dari kekurangan uang. Oleh karena solusinya adalah dengan jaminan pendapatan minimum dari pemerintah. Menurut Rutger, sebuah eksperimen di Dauphin,  Kanada membuktikan bahwa, dengan jaminan pendapatan minimum selama beberapa tahun, kesehatan dan kesejahteraan kita tersebut justru meningkat.

“Ya tentu saja”, pikir saya. Karena apabila pendapatan minimum dihitung dengan baik, tentu kesejahteraan akan meningkat. Tapi apakah hal ini bisa bertahan secara ekonomis? Entahlah, karena eksperimen tersebut sudah tidak berlanjut.

Dalam eksperimen lain yang dilakukan terhadap petani gula, Rutger menemukan bahwa IQ petani gula meningkat ketika mereka menerima pembayaran hasil panen, yang merupakan 60% dari penghasilan setahun, dan menurun seiiring uang tersebut mulai habis. Tidak dijelaskan apakah uang tersebut memang cukup untuk kebutuhan setahun.

Menurut saya, masih perlu banyak hal yang harus dilakukan dari sekedar menjamin penghasilan minimum untuk menghilangkan kemiskinan. Tapi memang, sebelum seseorang bisa belajar, kebutuhan dasar orang tersebut harus terpenuhi lebih dahulu. Dan hal inilah yang dipenuhi oleh penghasilan minimum

***

So, what do you think? Apakah anda setuju bahwa 5 krisis diatas adalah yang paling penting di tahun 2018? Atau punya krisis global lain yang lebih penting? Dan kalau setuju, apakah punya ide yang bisa digunakan untuk memperbaiki keadaan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *